Jakarta Pelajari Strategi Cannes Bangun Ekonomi Lewat Industri Event Internasional
By Admin
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersama Wakil Wali Kota Cannes Thomas Pariente
nusakini.com, Jakarta — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempelajari strategi pengembangan industri event internasional dari Kota Cannes, Prancis, dalam upaya memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ibu kota.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersama delegasi Pemprov DKI bertemu Wakil Wali Kota Cannes Thomas Pariente di Hôtel de Ville de Cannes, Kamis, 14 Mei 2026 sore waktu setempat.
Dalam pertemuan itu, pihak Cannes memaparkan keberhasilan kota tersebut mengelola festival film internasional yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah.
Menurut Thomas Pariente, Cannes Film Festival yang diselenggarakan The French Association of the International Film Festival di bawah kepemimpinan Iris Knobloch mampu menarik sekitar 45 ribu peserta setiap tahun.
Ia menyebutkan, selama 12 hari pelaksanaan festival, perputaran ekonomi di Cannes mencapai sekitar 216 juta euro atau setara Rp4,4 triliun.
“Cannes Film Festival merupakan salah satu event internasional terbesar di dunia dan berlangsung rutin setiap tahun,” ujar Thomas dalam keterangan resmi Pemprov DKI Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2026.
Selain festival film, Cannes juga menggelar berbagai agenda internasional lain seperti pameran industri televisi MIPTV dan MIPCOM, festival kapal pesiar, festival musik, hingga konferensi industri global.
Pemerintah Cannes menyediakan berbagai fasilitas pendukung, termasuk Palais des Festivals et des Congrès sebagai pusat penyelenggaraan acara internasional.
Wagub DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, Jakarta ingin memanfaatkan pengalaman Cannes untuk memperkuat kapasitas penyelenggaraan event berskala internasional.
Menurut dia, industri event dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi perkotaan melalui sektor pariwisata, media, dan industri kreatif.
“Cannes bisa menjadi kota yang hidup dari industri event. Ini menjadi pelajaran penting bagi Jakarta,” kata Rano.
Ia juga menilai pengembangan sumber daya manusia di bidang manajemen event perlu diperkuat agar Jakarta mampu bersaing sebagai kota penyelenggara agenda internasional. (*)